Cerita Seks Menantu dan Mertua

Cerita Seks Menantu dan MertuaRina mematut diri di depan cermin. Ini adalah hari yang paling di nantikannya, hari pernikahannya. Ada banyak alasan kenapa akhirnya dia bersedia menikah dengan Hans. Dan seks adalah salah satunya, meskipun Hans hanya mempunyai sebuah penis yang kecil saja. Namun seks dengan lelaki lain menjadi jauh lebih menyenangkan meskipun sejak Hans telah menyematkan sebuah cincin berlian di jarinya. Dia merasa bersalah dan membutuhkannya dalam waktu yang bersamaan, setiap kali dia merasakan cincin tersebut di jarinya saat lelaki lain sedang meyetubuhi vaginanya yang dijanjikannya hanya untuk Hans.

Dia ingat saat malam dimana Hans melamarnya. Dia tersenyum, mengangguk dan berkata “ya”, menciumnya dan menikmati bagaimana nyamannya rasa memakai cincin berlian yang sangat mahal tersebut. Dan setelah makan malam bersama Hans itu, dia langsung menghubungi Alan, begitu mobil Hans hilang dari pandangan, mengundangnya datang ke rumah kontrakannya. Rina menunggu Alan dengan tanpa mengenakan selembar pakaianpun untuk menutupi tubuhnya yang berbaring menunggu di atas tempat tidurnya, cincin berlian yang baru saja diberikan oleh Hans adalah satu-satunya benda yang melekat di tubuh telanjangnya. Ada desiran aneh terasa saat matanya menangkap kilauan cincin berlian itu waktu tangannya menggenggam penis gemuk Alan. Tubuhnya tergetar oleh gairah liar saat tangannya mencakup kedua payudaranya dengan sperma Alan yang melumuri cincin itu. Dan oergasme yang diraihnya malam itu, yang tentu saja bersama lelaki lain selain tunangannya, sangat hebat – tangan yang tak dilingkari cincin menggosok kelentitnya dengan cepat sedangkan dia menjilati sperma Alan yang berada di cincin berliannya. Dia menjadi ketagihan dengan hal ini dan berencana akan melakukannya lagi nanti pada waktu upacara perkawinannya nanti.

Saat ini, dia memandangi pantulan dirinya di dalam cermin mengenakan gaun pengantinnya. Dia terlihat menawan, dan dia sadar akan hal itu. Rina tersenyum. Dia membayangkan nanti pada upacara pernikahannya, teman-teman Hans akan banyak yang hadir dan akan banyak lelaki lain yang akan dipilihnya salah satunya untuk memenuhu fantasi liarnya. Vaginanya berdenyut, dan dia membayangkan apa yang akan dilakukannya untuk membuat hari ini lebih komplit dan sempurna, saat lonceng berbunyi nanti.

Saat dia membuka pintu, ayah Hans, Darma, sedang berdiri di sana, bersiap untuk menjemputnya dan mengantarnya ke gereja. Rina menarik nafas dalam-dalam. Dia tahu lelaki di hadapannya ini sangat merangsangnya – beberapa bulan belakangan ini dia telah berusaha untuk menggodanya, dan dia pernah mendengar lelaki ini melakukan masturbasi di kamar mandi saat dia datang berkunjung ke rumah Hans, menyebut namanya. Rina belum pasti apakah mudah nantinya untuk menggoda Darma agar akhirnya mau bersetubuh dengannya, tapi sekarang dia akan mencari tahu tentang hal tersebut. Dia tersenyum lebar saat menangkap mata Darma yang manatap tubuhnya yang dibalut gaun pengantin ketat untuk beberapa saat.

“Ayah” tegurnya, dan memberinya sebuah ciuman kecil di pipinya. Parfumnya yang menggoda menyelimuti penciuman Darma. “Ayah datang terlalu cepat, aku belum siap. Tapi ayah dapat membantuku.” Digenggamnya tangan Darma dan menariknya masuk ke dalam rumah kontrakannya, tempat yang akan segera ditinggalkannya nanti setelah menikah dengan Hans.

Darma mengikutinya dengan dada yang berbar kencang. Ini adalah saat yang diimpikannya. Dia heran bagaimana anaknya yang pemalu dan bisa dikatakan kurang pergaulan itu dapat menikahi seorang wanita cantik dan menggoda seperti ini, tapi dia senang karena nantinya dia akan mempunyai lebih banyak waktu lagi untuk berdekatan dengan wanita ini. “Apa yang bisa ku bantu?”

Rina berhenti di ruang tengahnya yang nyaman lalu duduk di sebuah meja.

“Aku belum memasang kaitan stockingku… dan sekarang, dengan pakaian ini… aku kesulitan untuk memasangnya.”

Suaranya terdengar manis, tapi matanya berkilat liar menggoda. Diangkatnya tepian gaun pengantinnya, kakinya yang dibungkus dengan stocking putih dan sepatu bertumit tinggi langsung terpampang.

“Bisakah ayah membantuku memasangnya?”

Darma ragu-ragu untuk beberapa waktu. Jantungnya berdetak semakin cepat. Apakah ini sebuah “undangan” untuk sesuatu yang lain lagi, ataukah hanya sebuah permintaan tolong yang biasa saja? Dia mengangguk.

“Oh, tentu…” dia berlutut di hadapan calon istri anaknya dan bergerak meraih kaitan stockingnya. Jemarinya sedikit gemetar saat Rina dengan pelan mengangkat kakinya . Darma berusaha untuk memasangkan kaitan stocking itu.

Rina menggigit bibir bawahnya menggoda, dan lebih menaikkan gaunnya, menampakkan paha panjangnya yang dibalut stocking putih. Dia dapat merasakan sebuah perasaan yang tak asing mulai bergejolak dalam dadanya., sebuah tekanan nikmat yang membuat nafasnya semakin sesak, membuat nafasnya semakin memburu, dan membuatnya semakin melebarkan kakinya. Dia dapat merasakan cairannya mulai membasahi. Kaitan itu akhirnya terpasang di sekitar lututnya. Darma menghentikan gerakannya, tak yakin apakah dia sudah memasangkan dengan benar.

“Ayah, seharusnya lebih ke atas lagi…” tangan calon ayah mertuanya yang berada sedikit dibawah vaginanya membuatnya menjadi berdenyut dengan liar.

Keragu-raguan itu hanya bertahan untuk beberapa saat saja. Tangan Darma menarik kaitan itu semakin ke atas saat calon istri anaknya meneruskan mengangkat gaun pengantinnya semakin naik. Dia menelan ludah membasahi tenggorokannya yang terasa kering saat akhirnya kaitan itu terpasang pada tempatnya di bagian paling atas stockingnya. Dia yakin dapat mencium aroma dari vagina Rina sekarang, yang membuat jantungnya seakan hendak melompat keluar dari dadanya. Tangannya berhenti, kaitan stocking itu melingari bagian atas paha Rina… dan dia merasakan bagian gaun pengantin itu terjatuh saat Rina melepaskan sebelah pegangannya untuk meraih bagian belakang kepalanya dan mengarahkan wajah ayah calon suaminya mendekat ke vaginanya, dan Darma menemukan tak ada celana dalam yang terpasang di sana.

Rina melenguh dan memejamkan matanya saat harapannya terkabul. Darma tak memprotes atau menolaknya, lidahnya menjilat tepat pada bibir vaginanya, dan Rina semakin basah dengan cairan gairahnya. Dengan sebelah tangan yang masih menahan gaun pengantinnya ke atas, dan yang satunya lagi menekan wajah calon mertuanya ke vaginanya yang terbakar, dia mulai menggoyangkannya perlahan. Ini serasa di surga, dan menyadari apa yang diperbuatnya tepat di hari pernikahannya membuat tubuhnya semakin menggelinjang. Dia mengerang saat lidah Darma memasuki lubangnya, dan lidah itu mulai bergerak, menghisap bibir vaginanya, menjilati kelentitnya, wajah Darma belepotan dengan cairan kewanitaan calon istri anaknya di ruang tengah rumah kontrakannya.

Semakin Rina menggelinjang, semakin keras pula Darma menghisapnya.

“Oh ya ayah… jilat vaginaku… buat aku orgasme sebelum aku mengucapkan janjiku pada putramu… kumohon…” perasaan salah akan apa yang mereka perbuat membuat Rina dengan cepat meraih orgasmenya, dan hampir saja dia rubuh menimpa Darma. Ini bukan seperti orgasme yang biasa diraihnya, ini seperti rangkaian ombak yang menggulung tubuhnya, merenggut setiap sel kenikmatan dari dalam tubuhnya.

Cairan Rina terasa nikmat pada lidah Darma, dia menjilat dan menghisap vaginanya seperti seorang lelaki yang kehausan. Penisnya terasa sakit dalam celananya, cairan pre cum nya membasahi bagian depan tuxedonya.

Rina kembali menggelinjang, lalu dengan pelan bergerak mundur, membiarkan gaun pengantinnya menutupi ayah Hans. Lalu dia membuka resleting di bagian belakang gaunnya dan membiarkannya jatuh menuruni tubuhnya. Dia melangkah keluar dari tumpukan gaun pengantinnya yang tergeletak di atas lantai, hanya mengenakan sepatu bertumit tingginya, bra, dan tentu saja stocking beserta kaitannya yang baru saja dipasangkan Darma pada pahanya. Rina tersenyum padanya, vaginanya berkilat dengan cairannya.

“Aku akan ke kamar mandi untuk membetulkan make-up, kalau ayah memerlukan sesuatu…” dia berkata dengan mengedipkan matanya. Darma menatapnya melenggang dan menghilang di balik pintu, begitu feminim dan menggoda. Hanya beberapa detik kemudian dia menyusulnya.

Saat dia memasuki kamar mandi dan berdiri di depan sebuah cermin di atas washtafel, dan sudah mengenakan sebuah celana dalam berwana putih. Darma tahu kalau ini adalah salah satu godaannya yang manis, dan dia telah siap untuk bermain bersamanya.

Rina melihatnya masuk, dan dengan sebuah gerakan yang cantik membuka lebar pahanya. Darma melangkah ke belakangnya, mata mereka saling terkunci dalam masing-masing bayangannya dalam cermin. Tangan Darma bergerak ke bagian depan tubuhnya, menggenggam payudaranya yang masih ditutupi bra. Rina tersenyum. “Tapi ayah, bukankah ini tak layak dilakukan oleh seorang ayah calon pengantin pria?”

Darma memandangi bagaimana bibir Rina yang membuka saat bicara, mendengarkan hembusan hangat nafasnya, seiring dengan tangannya yang meremasi payudaranya dalam balutan bra. “Tak se layak apa yang akan kulakukan padamu.”

Rina menggigit bibirnya dan mendorong pantatnya menekan penisnya yang mengeras.

“Aku nggak sabar,” bisiknya.

Sejenak kemudian Rina merasakan tangan calon ayah mertuanya berada di belakangnya saat dia melepaskan sabuk dan membiarkan celananya jatuh turun. Dengan mudah tangan Darma menarik celana dalamnya ke samping. Rina menarik nafas dalam-dalam saat dia merasakan daging kepala penisnya menekan bibir vaginanya yang masih basah.. Dia mengerang dan memegangi tepian washtafel saat dengan perlahan Darma mulai mendorongkan batang penis itu memasukinya. Rina merasakan bibir vaginanya menjadi terdorong ke dalam, merasakan dinding bagian dalamnya melebar untuk menerimanya.

“Apa ini terasa lebih baik dari penis putaku?” Darma tersenyum puas. Dia tahu se berapa ukuran penis putranya, dan dia yakin kalau putranya mewarisinya dari garis ibunya. Vagina calon istri putranya terasa sangat menakjubkan pada batang penisnya, dengan cepat dia sadar kalau dia layak untuk menyetubuhi calon menantunya lebih sering dibandingkan putranya. Dan dia mendapatkan firasat kalau dia bisa melakukannya kapanpun mereka memiliki kesempatan.

“Oh brengsek!!! Ya Ayah… ayo… beri aku yang terbaik untuk merayakan pernikahanku dengan putra kecilmu.” dia lebih membungkuk ke bawah, dan merasakan tangan Darma pada pinggulnya. Dia mencengkeramnya dengan erat dan mulai memompanya keluar masuk. Mereka sadar akan terlambat menghadiri upacara pernikahan, tapi Darma memastikan vagina sang mempelai wanita benar-benar berdenyut menghisap sehabis persetubuhan keras yang lama. Rina mengerang dan menjerit dan bergoyang pada batang penis itu, mengimbangi gerakannya. Mereka saling memandangi bayangan mereka berdua di dalam cermin saat menyalurkan nafsu terlarang mereka.

Rina merasa teramat sangat nakal, disetubuhi dengan layak dan keras oleh ayah calon suaminya tepat sebelum upacara pernikahannya. Darma merasakan vaginanya mengencang pada batang penisnya, dan kali ini, dia merasa seluruh tubuh Rina mengejang sepanjang orgasmenya. Wanita ini adalah pemandangan terindah yang pernah disaksikannya, punggungnya melengkung ke belakang ke arahnya seperti sebuah busur panah yang direntangkan, matanya melotot indah, mulutnya ternganga dalam lenguhan bisu. Darma bahkan dapat merasakan pancaran dari orgasmenya menjalari batang penisnya saat dia tetap menyetubuhinya.

Dia telah membuatnya mendapatkan orgasme seperti ini selama tiga kali, hingga dia nyaris rubuh di atas washtafel, menerima hentakannya, vaginanya hampir terasa kelelahan untuk orgasme lagi. Tapi Darma tahu bagaimana membawanya ke sana.

“Kamu mengharapkan spermaku, iya kan, Rina? Kamu ingin agar aku mengisimu dan membuat vaginamu terlumuri spermaku yang sudah mengering saat berjalan di altar pernikahanmu, benar kan wanita jalangku?”

“Oh ya… yaaa!” sang pengantin wanita mulai kesulitan bernafas, dan Darma dapat merasakannya menyempit. Darma melesakkan batang penisnya sedalam yang dia mampu, dengan setiap dorongan yang keras, dan segera saja dia merasakan sensasi terbakar itu A?a,?aEs dan dia tahu dia tak mampu menahannya lebih lama lagi. Tepat saat penisnya melesak jauh ke dalam vagina calon istri putranya, menyemburkan cairan sperma yang banyak ke dalam kandungannya, dia merasakan tubuh Rina menegang dan orgasme untuk sekali lagi.

Dicabutnya batang penisnya keluar, menyaksikan lelehan sperma yang mengalir turun di pahanya menuju ke kaitan stocking pernikahannya. Darma tersenyum. “Aku akan menunggu di mobil, Rina…”

Perlahan Rina bangkit, masih menggelenyar karena sensasi itu, wajahnya memerah, lututnya lemah, vaginanya berdenyut dan bocor. “Mmm, baiklah ayah.”

Dia memutuskan untuk melakukan “tradisinya” dan dan mengorek sperma ayah Hans dari pahanya dengan jari tangan kirinya yang dilingkari oleh cincin berlian pemberian Hans.

Saat Darma melihat mempelai wanita putranya masuk ke dalam mobil, sudah rapi dan bersih, terlihat segar serta berbinar wajahnya dan siap untuk upacara pernikahan, sedangkan bayangannya yang terpantul dari kaca mobil adalah saat Rina memandang tepat di matanya dan menjilat spermanya dari cincin berlian pemberian putranya…

Dipublikasi di Skandal | Tinggalkan komentar

Cerita Dewasa Pengantin Baru

Cerita Dewasa Pengantin Baru – Waryanto, 34, tak lazimnya orang. Cerai dengan istri kok menuntut barang seserahan dulu saat jadi pengantin harus dikembalikan. Ini pangantin lelaki cap apa? Keruan saja Tanti, 28, menuntut balik agar kegadisannya yang sempat dijarah Waryanto dikembalikan utuh buntelan plastik!

Jika dibanding dengan kisah Bupati Garut Aceng Fikri, ini jauh lebih parah lagi. Sejahat-jahatnya Aceng Fikri saat menceraikan Rani Oktora, dia tak sampai minta kembali barang seserahan saat perkawinan dulu. Sedangkan Waryanto, sudah lebih lama “pakai” Tanti sebagai istri, eh tahu-tahu diceraikan. Dan ketika tuntutan cerainya dikabulkan pengadilan, harta seserahan senilai Rp 40 juta dikembalikan. Tambah sadis lagi, jika ada kelambatan pengembalian dikenakan denda Rp2,8 juta ditambah denda.

Agaknya Waryanto menikahi Tanti tidak tulus berdasarkan cinta. Dia punya rencana besar dibalik perkawinannya tersebut. Terbukti baru 4 hari menikmati pengantin baru sebagaimana layaknya suami istri, Waryanto sudah minta modal Rp 15 juta pada mertua untuk modal usaha bawang. Kalau mertua seorang konglomerat, tentu segera dibayar. Tapi sebagai petani tambak sungguh keluarga Kardiman, 50, tak mampu meluluskannya. Boro-boro modali mantu, untuk makan sehari-hari saja susah.

Rupanya Waryanto kecewa berat. Baru 4 hari jadi suami istri, tiba-tiba dia tinggalkan Tanti dan kembali ke rumah orangtuanya. Namun beberapa hari selanjutnya diam-diam bersama pengacaranya mlekotho (mengakali) Kardiman sang mertua yang buta huruf itu. Di atas kertas bermeterai cukup, lelaki tak tahu huruf abc itu diminta tanda tangan. Padahal sejatinya, kata-kata yang termaktub dalam surat itu adalah kesediaan Kardiman mengembalikan barang seserahan manakala terjadi perceraian. Dengan Tanti.

Karena begitu manis kata-kata Waryanto dan pengacaranya, Kardiman warga Desa Randusanga Kulon, Kecamatan/Kabupaten Brebes ini tanda tangan saja, atau lebih tepat cap jempol. Padahal di sisi lain Waryanto diam-diam sedang menggugat cerai istrinya yang hanya dikumpuli selama 4 hari itu. Tambah celaka lagi, biasanya Pengadilan Agama paling susah mengabulkan perceraian, kali ini langsung dikabulkan.

Awalnya Tanti ikhlas saja menjalani nasibnya yang tak beruntung. Sudah tidak jodoh mau diapakan lagi. Yang membuatnya terkejut, sehari kemudian setelah talak jatuh, Waryanto datang dan menuntut untuk mengambil kembali segala barang seserahan dulu yang semuanya bernilai Rp 40 juta. Tambah menyakitkan lagi, Waryanto mengancam denda Rp 2,8 juta bila terjadi kelambatan, di samping bunga.

Tentu saja Tanti dan ayahnya menolak. Tapi begitu ditunjukkan surat persetujuan Kardiman, barulah orangtua dan anak itu terkaget-kaget. Tanti menyalahkan sang ayah, kenapa tanda tangan surat pernyataan yang sangat menjebak itu. “Lha saya nggak tahu kalau isinya begituan. Dirayu-rayu sama Waryanto surah tanda tangan, ya tanda tangan saja. Wong saya ini buta huruf,” akunya polos.

Tanti tak sudi diperlakukan tak adil oleh bekas suaminya. Akibat tuntutan yang tak masuk akal tersebut, dia membalasnya dengan menuntut balik agar keperawanannya dikembalikan utuh seperti dulu. Sebab meski menikah hanya 4 hari, tapi Waryanto ganasnya di atas ranjang minta ampun. Namanya juga pengantin baru, tubuh Tanti dibolak-balik macam menggoreng serabi Notosuman, Solo.

Kini Pengadilan Negeri Brebes sedang menyidangkan perkara gugatan Waryanto atas mantan istrinya. Tinggal bagaimana nanti majelis hakim memutuskan akal-akalan Waryanto dan pengacaranya tersebut. Meski sangat terpaksa, bisa juga dicari uang Rp 40 juta untuk pengembalian. Tapi mengembalikan keperawanan Tanti, apa Waryanto mampu, meski duitnya cukup banyak.

Dipublikasi di Berita Dewasa | Tinggalkan komentar

Cerita Dewasa Paman Cabuli Ponakan

Cerita Dewasa Paman Cabuli Ponakan – Mungkin  Warta, 56, menjadi paman paling bejad se Kabupaten Majalengka (Jabar). Betapa tidak? Baru lihat ponakan bercelana pendek saja sudah nafsu banget, apa lagi bila hanya pakai celdam. Dan itulah yang terjadi, Warta tega menggauli ABG Ida, 16, sebanyak 2 kali sehabis pulang ngaji!

Di Sumatera Barat, keponakan menjadi tanggungjawab besar  seorang paman. Di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DIY; juga seperti itu, meski tak seberat di Sumatera Barat. Jadi secara umum, di mana saja paman memang harus bertanggung- jawab dan mengayomi keberadaan ponakan. Bisa dari segi pendidikan mental, bisa berupa bantuan finansial, tapi yang jelas bukanlah: alat vital!

Perlu ditegaskan seperti itu, karena yang terjadi di Majalengka ini keluar dari tradisi pengayoman dalam keluarga. Kelakuan Warta sungguh mengkhianati amanat seorang kakak, Marman, 59. Ketika dia harus bekerja jadi kuli bangunan di Jakarta dan istri menjadi TKI di Arab Saudi, dia pernah bilang kepada Warta, “Selama aku tak di rumah, tolong Ida dijaga baik-baik, ya….!” Kala itu Warta pun menjawab santun, “Iya lah Kang, siapa lagi kalau bukan saya? Ini kan sudah jadi kewajibanku……”

Awalnya Warta menjaga amanat itu secara teguh dan konsekuen. Tapi ketika ABG Ida mulai “enak dilihat”, pikirannya mendadak berubah. Hampir setiap hari melihat ponakan itu hanya mengenakan celana pendek, nafsunya mendadak sontak bangkit. Dia lupa bahwa putihnya paha nan mulus itu milik ponakan sendiri. Warta khilaf bahwa dada yang mulai menyembul itu juga aset ponakan, alias anak daripada dia punya kakak. Yang ada dibenaknya hanya satu: gadis secantik Ida memang enak digauli dan perlu!

Kebetulan setan yang sedang iseng, mendengar rencana besar Warta. Langsung saja dia menyeponsori, tapi bukan biaya melainkan omongan doang. Katanya, paman menggauli ponakan yang begitu cantik, merupakan hal biasa bagi pemikiran setan. Cuma kalangan setan punya konsensus,  biarlah itu untuk manusia saja. “Kalau setan juga mau, manusia nggak kebagian dong!” begitu alasan setan.

Demikianlah, pikiran Warta mulai pusing manakala di rumah melihat Ida hanya mengenakan celana pendek. Maka ketika gadis itu baru pulang ngaji dan istri tak di rumah, Warta mulai ekspansi mendekati ponakannya. Dia akan memberi uang Rp 50.000,- asal Ida mau disetubuhi. Awalnya gadis itu menolak, tapi karena diancam akhirnya Ida pun bertekuk lutut dan berbuka paha. Malam itu benar-benar ponakan dibuat penak-penakan.

Sekali sukses menggeber nafsu, menjadikan Warta ketagihan. Aksi mesum awal Desember 2012 itu kembali digelar pada pertengahan bulan yang sama. Kala itu istrinya juga sedang mengaji di mesjid. Melihat ponakan pulang lebih dulu, kontan Ida yang baru lepas busana langsung disergap, dipaksa bersetubuh. Untuk kedua kalinya ponakan diberi uang Rp 50.000,- sebagai uang kerokhiman. “Tapi awas, kamu jangan bilang ke siapa saja ya?” ujarnya. Tapi yang dilarang bilang-bilang tersebut bukan soal uangnya, melainkan ulah Warta yang menyetubuhi ponakan.

Tapi meski sudah diwanti-wanti jangan bocor, ibu Ida yang pulang dari Arab Saudi akhirnya mendengar kabar itu juga. Ternyata Ida memang mengiyakan, sehingga mantan TKI itu segera melaporkan adik iparnya ke Polres Majalengka. Dalam pemeriksaan Warta mengakui segala perbuatannya. Gara-gara ulah dia, warga Cimuncang, Desa Anggrawati, Kecamatan Maja, kini ada lowongan jabatan Ketua RT.

Dipublikasi di Berita Dewasa | Tinggalkan komentar

Cerita Rebutan Janda Seksi

Cerita Rebutan Janda Seksi – Rebutan nginap di hotel, itu masih bisa dimaklumi. Tapi jika rebutan nginap di rumah janda, pasti ada apa-apanya. Dan itulah yang terjadi di Kabupaten Belitung Sumsel, David, 25, tega membacok Wawan, 35, karena sama-sama berebut menginap di rumah janda Aminah, 40. Padahal mereka bukan bersaing, kecuali Wawan hanya takut terganggu kemesrannya bersama sijanda.

Status janda cantik memang banyak banyak menarik perhatian lelaki. Padahal ibarat makanan, itu kan barang restan yang tak bisa diangetin lagi. Tapi itulah yang terjadi, di banyak kasus berulangkali terjadi dua lelaki duel hanya memperebutkan cinta si janda, bahkan ada yang berkorban nyawa segala. Lihat sejarah Singosari, Ken Arok tega membunuh Akuwu Tumapel dengan keris Empu Gandring kan karena sangat bernafsu untuk memiliki janda Ken Dedes yang selangkangannya saja selalu berpendar-pendar penuh cahaya.

Di Tanjungpandan Kabupaten Belitung, urusan janda cantik juga bikin dua lelaki kalap. Cuma kasusnya ini agak berbeda. Mereka berkelahi bukan karena bersaing, melainkan sekedar tak mau kenyamanannya bermesraan dengan si janda teganggu. Tapi gara-gara rasa egoisme yang terlalu tinggi itu, Wawan malah mandi darah kena bacok parang miliknya sendiri.

Aminah yang tinggal di daerah Kelapa Gading Kelurahan Pangkal Lalang Kecamatan Tanjungpandan, memang merupakan janda cantik di kelasnya. Dalam usia kepala empat masih banyak juga peminatnya. Bersamaan dengan itu, anak sijanda yang bernama Widya, 22, juga sedang menjalin asmara dengan seorang lelaki. Jadi emak dan emak sama saja, tengah berburu asmara demi kepuasan syahwati.

Wawan sebagai kekasih janda Aminah, sering membantu pembayaran rumah yang dikontrak si janda. Imbalannya jelas, kehangatan malam yang tak bisa dinilai dengan uang. Nah, karena sudah memberikan subsidi multi years tersebut, Wawan merasa punya hak untuk mengatur si janda, meski belum mutlak menjadi miliknya.

Beberapa malam lalu, emak dan anak sama-sama sibuk menerima kunjungan doi masing-masing. Widya dan David di ruang sebelah sana, sedang janda Aminah menerima kunjungan Wawan di ruangan yang lain pula. Saking asyiknya ngobrol, tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 23.00. Lalu David pun minta izin pada emaknya Widya agar diperbolehkan menginap. Si janda sebenarnya taka ada masalah, tapi Wawan yang melarangnya. “Kamu pulang saja, rumah ini sempit. Saya juga mau menginap kok,” ujar Wawan sangat instruktif, mentang-mentang dia sudah jadi sponsornya.

Tak enak rebut di depan ortu kekasih, David mengalah pulang. Tapi sepeninggalnya Ny. Aminah ternyata menegur Wawan, kenapa David kok diusir? Memangnya kalau dia ada, akan mengganggu kemesraan kita berdua? Memangnya mau “nambah” lagi, bukankah baru saja dilayani, bahkan piringnya  saja belum dicuci; itu jika diibaratkan makanan.

Ditegur begitu Wawan jadi marah, sehingga memukul kekasihnya. Nah, Widya tentu saja tak terima ibunya dikasari. Dia segera SMS David agar balik kembali karena ada masalah. Sekarang pun berganti musuh, Wawan kembali memarahi David. Bukan itu saja, bahkan dia mengacung-acungkan golok. Tapi David lebih sigap, golok itu bisa direbutnya, lalu gantian untuk membacok Wawan. Kini David jadi urusan polisi, sementara Wawan masuk rumahsakit gara-gara termakan golok sendiri.

Dipublikasi di Berita Dewasa | Tinggalkan komentar

Kisah Ayah Cabuli Anak Tirinya

Kisah Ayah Cabuli Anak Tirinya – Sementara rakyat mendambakan Capres muda di 2014, Tolibin, 57, justru mendambakan gadis muda! Makanya, anak tirinya yang bernama Hasnah, 19, disetubuhi sejak tahun 2007. Saat skandal itu dilaporkan ke polisi, anak tiri malang itu mengaku digauli Tolibin sebanyak 55 kali dalam proyek “perlita” (persetubuhan lima tahun).

Pak Harto dikenang rakyat karena sukses membangun Indonesia lewat program Pelita (pembangunan lima tahun). Dari tahun 1966 hingga Mei 1998, wong Kemusuk Yogyakarta itu berhasil mengenyangkan perut rakyatnya, meski sebagian dari utangan luar negri. Apapun caranya, rakyat tak peduli. Yang penting selama kepemimpinannya, orang cari makan dan pekerjaan gampang. Karena faktanya, katanya sekarang ini era reformasi, tapi kenapa rakyat masih refot cari nasi?

Tolibin warga Desa Warukin, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong (Kalsel), jelas kenal betul dengan program Pelita-nya Pak Harto. Program itu penekanannya memang pada bidang ekonomi, untuk memenuhi kebutuhan perut rakyat. Nah, ketika Tolibin membutuhkan pemenuhan yang di bawah perut, dia mencoba merancang proyek “perlita” terhadap anak tirinya, Hasnah. Di tangannya ternyata program “perlita” itu sukses besar. Sebab selama 5 tahun menjadi presiden rumahtangga, dia berhasil menyetubuhi anak tirinya tersebut sebanyak 55 kali.

Tolibin menikah dengan ibu Hasnah tahun 2000. Kala itu Hasnah anak bawaan istrinya baru berusia 7 tahun. Namun selama menikahi Ny. Saminah, 49, pasangan itu tak juga dikaruniai momongan. Akibatnya apa, Tolibin menjadi jenuh dengan kehidupan sehari-hari. Masak rumahtangga 12 tahun, hasilnya hanya keringetan doang. Ibaratnya pabrik, sekian lama giling kok tidak menghasilkan produk sama sekali. Kalau pabrik beneran, besinya bisa discraping ke pedagang besi tua. Lha kalau istri, apa diceraikan?

Dalam pada itu, anak tiri Tolibin yang tahun 2000 masih imut-imut, tahun 2007 mulai amit-amit, nampak gede, enak dipandang dan kalau perlu digoyang. Karena setan sudah mulai jadi sponsor tunggal, wacana itu menjadi semangkin menguat. Merujuk pada pengalaman Syeh Puji dari Semarang dan Aceng Fikri dari Garut, kata setan menggauli gadis ABG itu sungguh nikmat mupangat, atau pinjam istilah Ilmu Gizi: kaya karbohidrat dan bebas sodium glutamat. “Ini solusi kamu mengusir kejenuhan, Bleh….!” kata setan.

Usulan itu langsung direspon oleh Tolibin. Tahun 2007 mulailah dia merayu-rayu anak tirinya, tentunya di kala sang ibu tak di rumah. Awalnya tak mempan, tapi ketika diancam akan dianiaya dan ibunya diceraikan, akhirnya Hasnah bertekuk lutut dan berbuka paha juga. Ternyata benar kata setan, menggauli gadis ABG itu huenak tenan (asyik sekali). Maka selama kurun tahun 2007, sebanyak 5 kali Tolibin berhasil membobol kegadisan Hasnah.

Rupanya dia menjadi ketagihan. Tahun 2008 proyek mesum itu dilanjutkan sebanyak 10 kali, tahun 2009 tercatat 11 kali, 2010 sebanyak 12 kali dan tahun 2011 berikutnya 11 kali. Sedangkan tahun 2012 sebanyak 6 kali. Walhasil, dalam 5 tahun proyek Perlita Tolibin itu berlangsung selama 55 kali, atau 11 kali bila dipukul rata.

Andaikan tidak terkendala, niscaya tahun 2013 proyek Tolibin jalan terus. Tapi  beberapa hari lalu tiba-tiba Hasnah mengeluh, tak mau ditinggal sendirian di rumah bersama Tolibin ayah tirinya. Kenapa? “Bapak jahat……!” ujarnya. Ketika ditanya lebih lanjut, mengakulah Hasnah bla bla bla…… bahwa dari tahun 2007 hingga 2012 telah digauli paksa ayahnya sebanyak 55 kali. Nah, gara-gara laporan itulah Tolibin kemudian dilaporkan ke Polsek Tanta, dan ayah tiri gede nafsu itu diciduk. Anehnya, meski sukses sebagai Bapak Pembangunan Syahwat, dalam pemeriksaan dia membantah segala laporan Hasnah.

Dipublikasi di Berita Dewasa | Tinggalkan komentar

Cerita Dewasa Nikah Siri

Cerita Dewasa Nikah Siri - Diam-diam faham “Acengisasi” terlah merambah ke Pamekasan (Madura). Ny. Maryanti, 38, ketika dicurigai warga kumpul kebo dengan oknum polisi, ngakunya sudah nikah siri. Padahal ketika digerebek penduduk, nasibnya sungguh soro (sengsara, bahasa Surabaya – Red). Masalahnya, dia digiring Pak RT dan kemudian dipertemukan dengan suami dan keluarganya.

Kalau sudah berdalih “nikah siri”, agaknya semua masalah menjadi selesai begitu saja. Yang nikah siri beneran saja seperti Aceng Fikri Bupati Garut menjadi geger sejagad raya, apa lagi nikah siri sekedar dalih untuk membenarkan tindakannya. Ini kan sama saja pembohongan publik. Kepada warga berani berbohong, sedangkan mereka terus asyik masyuk di dalam sentong (kamar).

Rupanya Ny. Maryanti yang ngontrak di Perumahan Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan; juga berpendirian seperti itu. Saat sorot mata warga perumahan sangat mencurigai, tanpa ditanya dia sudah klarifikasi bahwa hubungannya dengan Peltu Syabudin, 48, sudah disahkan lewat perkawinan siri. Tentu saja “klarifikasi” ini menjadikan penduduk semakin curiga. Ketika dicek kebenarannya, ternyata Syahbudin – Maryanti asli praktisi kumpul kebo, jika tak mau dibilang selingkuh.

Pekerjaan sehari-hari Maryanti adalah pemilik salon. Dari profesi itu bisa ditebak, perempuan ini berwajah cantik. Dan memang benar, dia cukup cantik di kelasnya. Hanya disayangkan, suaminya bukan bekerja sebagai PNS atau pejabat, melainkan hanya sopir angkot  Pamekasan – Kamal. Hal ini menjadikan Maryanti tak punya kebanggaan sedikit pun atas suaminya. Maka kalau ditanya teman, suami kerja di mana, jawabnya halus: wira swasta!

Di kala kebanggaan pada suami makin tererosi, Maryanti berkenalan dengan anggota polisi Peltu Syahbudin. Jelas dua profesi yang njomplang sekali. Yang satu anggota bayangkara negara, yang satunya lagi suka ngetem di terminal bayangan. Gara-gara ini pula, Maryanti lalu tergoda untuk menaikkan status dan harga dirinya. “Dari pada jadi istri sopir angkot, mendingan jadi bini polisi yang PNS,” begitu kata batinnya berandai-andai.

Maryanti memang sudah kadung jatuh cinta pada pandangan yang pertama. Karena cinta pula, dia jadi lupa atau tak peduli bahwa polisi itu sudah punya juga anak istri. Kalau terpaksa, dia siap menjadi bini kedua, baik itu secara nikah resmi maupun disiri. Biarpun nikah siri itu tak diakui negara, tapi yang penting kan sah di mata Tuhan. Ibarat naik kendaraan, nikah siri itu kan SIM juga meski tak ada stempelnya Kepolisian.

Peltu Syahbudin sendiri rupanya juga terkiwir-kiwir pada penampilan pemilik salon. Maka meski belum resmi – kawin siri sekalipun- keduanya lalu ngontrak rumah di perumahan Larangan Badung, Kecamatan Palengaan. Mereka datang ke sini secara priodik, karena sekedar untuk pangkalan asmara darurat. Bila sudah selesai “sporing balansing” dan “amplas platina”, keduanya kembali ke rumah masing-masing. Paling lucu, tanpa ditanya warga Ny. Maryati sudah bikin testimoni, “Saya sudah nikah siri dengan Mas Syahbudin kok.”

Hal ini menjadikan warga Larangan menjadi curiga, kemudian mengumpulkan data-data pendukung. Hasilnya, Syahbudin – Maryanti dipastikan hanyalah praktisi selingkuh. Istri oknum polisi itu kaget, lebih-lebih suami Maryanti. “Pantesan, setiap saya minta “jatah” istriku selalu banyak alasan, yang ngantuklah, yang capeklah.” Kata Sakino, 43, suami Maryanti.

Beberapa hari lalu Pak RT perumahan Larangan menggerebek pasangan mesum itu. Tentu saja oknum polisi ini kelabakan. Paling tidak, ketika ditanya kenapa membawa-bawa bini orang, Peltu Syahbudin gelagepan tak bisa menjawab. Kini dia malah sedang menjalani pemeriksaan di Polres Pamekasan. Jika tidak dipecat, kemungkinan penurunan pangkat di depan mata.

Dipublikasi di Berita Dewasa | Tinggalkan komentar

Cerita Seks Guru Private Bersama Muridnya

Cerita Seks Guru Private Bersama Muridnya – Guru terima murid di rumah untuk konsultasi pelajaran, itu soal biasa. Tapi bila Bu Guru Ernida, 35, terima lelaki yang itu-itu saja saban waktu, apa juga mau konsultasi pelajaran? Pelajaran apaan, wong lelaki itu bukan lagi pelajar, malah kepala rumahtangga. Apa perselingkuhan? Sangat boleh jadi, karena tiba-tiba istri dan anak lelaki tamu Ernida tersebut mengamuk dan merusak kaca jendela tuan rumah.

Guru SD kadang bisa bekerja seperti dosen, karena ada sejumlah muridnya yang konsultasi soal pelajaran dengan datang ke rumah. Itu sah-sah saja, karena itu bagian dari dedikasi seorang sosok pahlawan tanpa tanda jasa. Tapi itu guru “tempo dulu”. Untuk era sekarang, di mana guru harus sibuk mengajar sampai 28 jam seminggu demi memperoleh tunjangan sertifikasi, masih sempatkah mereka meluangkan dan mengorbankan waktu semacam itu demi murid-muridnya?

Nggak tahulah! Yang jelas Bu Guru Ernida di siang hari belakangan juga terima tamu. Dia bukan murid, tapi lelaki usia 40 tahunan. Yang membuat warga bertanda-tanya, status Bu Guru ini kan janda muda. Nah, lelaki rajin ke rumah janda muda, bisa saja ditebak urusannya. Pasti tak jauh dari soal hubungan pria wanita. “Jangan-jangan lelaki itu sedang mengadakan pendekatan, penjajagan menuju koalisi di tahun 2014,” kata seorang penduduk yang sok demam politik.

Warga Jalan Silok Kampung Dul, Bangka Tengah (Bateng) belakangan memang selalu mencurigai kedatangan lelaki “misterius” yang ternyata bernama Amran, 40, warga Semabung, kota yang sama. Yang membuat penduduk curiga. Selain tuan rumah status janda, lelaki ini jika bertandang bisa lamaaa sekali. Nanti saat pulang, langkahnya menjadi lebih bersemangat, wajah ceria nan sumringah. Ibarat mobil, mungkin baru saja dapat pelayanan tune up dan sporing balansing.

Lalu seminggu lalu datanglah seorang ibu-ibu usia sepantar Bu Guru Ernida. Mereka tidak ke rumah Bu Guru, melainkan sekedar bertanya tentang kebenaran hadirnya lelaki yang ciri-cirinya presis seperti Amran itu. Yang ditanyai tentu saja serba tidak enak. Jika sensus, kok yang ditanyai kok hanya seputar Bu Guru Ernida saja. Tapi kalau bukan sensus, apa urusannya mengorek tentang sisi pribadi seseorang. “Kalau itu Pak Amran, sepertinya memang sering ke sini. Tapi apa urusannya kami nggak tahu,” jawab penduduk hati-hati, takut kesalahan.

Lalu sampailah pada kejadian beberapa hari lalu. Sekitar pukul 14.00 tamu lelaki bernama Amran datang. Setelah masuk rumah, keduanya tutup pintu. Tak lama kemudian datang wanita “petugas sensus” itu. Dia memanggil-manggil nama Amran Yang menarik, wanita itu juga mengajak anak lelaki ABG. Mereka berteriak-teriak memanggil lelaki itu, yang rupanya suami/ayah mereka. Karena tak ada respon, tiba-tiba sibocah ambil batu dan ditimpukkan ke jendela rumah Bu Guru Ernida, pyarrrrrrr…..!

Nah, barulah Ernida keluar bersama Amran. Tamu wanita itu menuduh Bu Guru jadi selingkuhan Amran, yang merupakan suaminya. Akibat ribut-ribut tersebut, Pak RT terpaksa ikut turun tangan. Mereka didamaikan. Soalnya, kalau ada perselingkuhan Bu Amran juga tak bisa membuktikan bagaimana Amran – Ernida sedang kelon. Sedangkan yang jelas ada buktinya, perusakan rumah Bu Guru hingga kaca jendela berantakan. Walhasil, Bu Amran gagal menuntut Bu Guru, malah dia ketempuhan harus memperbaiki kerusakan jendela rumah Bu Guru.

Dipublikasi di Berita Dewasa | Tinggalkan komentar